Pesan Untuk Remaja
-
PESAN UNTUK REMAJA – JAGA PERSATUAN DAN KESATUAN DENGAN TOLERANSI
Masyarakat Indonesia adalah masyarakat plural yang terdiri dari berbagai budaya, suku, etnis, ras, golongan, dan agama. Pluralisme merupakan paham yang menghargai adanya perbedaan dalam suatu masyarakat dan memperbolehkan kelompok yang berbeda untuk tetap menjaga keunikan budayanya masing-masing. Berdasarkan data Departemen Dalam Negeri Republik Indonesia pada tahun 2004, Indonesia memiliki jumlah pulau sebanyak 17.504 buah di antaranya 7.870 pulau telah mempunyai nama dan 9.634 pulau belum mempunyai nama. Hal tersebut menunjukan bahwa bangsa Indonesia memiliki keanekaragaman budaya masyarakat. Masing-masing warga negara memiliki hak dan kewajiban yang sama. Hal tersebut tertuang dalam semboyan “Bhineka Tunggal Ika” yang berarti “Berbeda-beda tetapi tetap satu”. Semboyan tersebut menggambarkan keanekaragaman Bangsa Indonesia yang berbeda-beda namun tetap…
-
PESAN UNTUK REMAJA – PATUHI PROTOKOL KESEHATAN DAN LAKUKAN VAKSINASI
Pandemi covid-19 belum selesai, virus corona masih ada di sekitar kita hingga saat ini. Berdasarkan data statistk dunia, total kasus covid-19 di Indonesia mencapai 1.976.172 orang dan total kasus meninggal 54.291 jiwa[1]. Sedangkan total kasus covid-19 secara global mencapai 178.117.465 orang dan total kasus meninggal 3.857.660 jiwa[2]. Pada tanggal 19 Juni 2021, jumlah kasus baru dilaporkan sebanyak 12.906 orang dan jumlah korban jiwa dilaporkan sebanyak 248 jiwa[3]. Jumlah tersebut menunjukan adanya peningkatan 5x lipat dari bulan sebelumnya, tepatnya pada tanggal 15 Mei 2021 sebanyak 2.385 orang. Peningkatan tersebut salah satunya disebabkan oleh kemunculan varian baru virus corona, yaitu varian B.1.617.2 atau varian Delta yang pertama kali ditemukan pada Oktober 2020…
-
Pesan untuk Remaja – Mari Jaga Kesehatan Mental demi Masa Depan yang Lebih Cerah
Masa remaja merupakan masa peralihan dari anak-anak menuju dewasa yang berlangsung pada rentang umur 12-20 tahun[1]. Pada masa peralihan ini, terjadi banyak perubahan secara fisik, psikologis, hormonal, dan sosial[2]. Perubahan secara psikologis salah satunya adalah terjadinya perubahan emosional. Hal tersebut dipengaruhi oleh adanya perubahan hormonal dan sosial. Adanya perubahan tekanan sosial yang dihadapi dapat berakibat pada ketidakstabilan emosi. Ketidakstabilan emosi akibat perubahan tekanan sosial yang dihadapi dapat memicu terjadinya depresi pada remaja. Gejala depresi ditandai dengan perasaan mudah tersinggung, tertekan, takut, tidak bersemangat, sedih, konflik dengan teman, dan konflik dengan keluarga[3]. Depresi yang dialami oleh remaja dapat memicu munculnya ide untuk bunuh diri. Faktor-faktor yang mempengaruhi pemikiran ide bunuh diri…
-
Pesan dari Remaja – Perlunya pembatasan penggunaan motor untuk mengurangi kecelakaan lalu lintas
Sepeda motor merupakan salah satu alat transportasi yang paling banyak digunakan di Indonesia. Berdasarkan data sensus yang dilakukan oleh Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah sepeda motor di Indonesia mencapai 112.771.136 pada tahun 2019[1]. Jumlah tersebut selalu mengalami peningkatan setiap tahunnya. Kepemilikan sepeda motor dapat menjadi salah satu pemicu kecelakaan lalu lintas yang terjadi di Indonesia. Berdasarkan Laporan Nasional RISKESDAS pada tahun 2018, kecelakaan lalu lintas paling banyak terjadi ketika mengendarai sepeda motor, yaitu sebesar 72,7%[2]. Kemudian, korban kecelakaan lalu lintas oleh kelompok usia 15-24 tahun sebesar 79,4% dimana usia tersebut adalah usia para remaja. Berbagai upaya telah dilakukan oleh Pemerintah Indonesia dalam mencegah kecelakaan lalu lintas yang disebabkan oleh sepeda…
-
Pesan Untuk Remaja – Cegah kecelakaan lalu lintas
Secara global kira kira 1.35 juta orang meninggal karena kecelakaan lalu lintas di jalan raya[i] dan sebagian besar ini terjadi pada kelompok umur 15 – 29 tahun. Sembilan puluh tiga [93 %] kematian di jalan raya ini terjadi di negara negara berpendapatan rendah dan menengah di Asia, Afrika dan Amerika Latin. Di Indonesia diperkirakan terjadi terjadi sekitar 30 000 kematian per tahun karena kecelakaan lalu lintas di jalan raya, dimana sebagian besar [70 %] adalah pengendara sepeda motor. Faktor resiko kecelakaan lalu lintas, diperkirakan 61 % kecelakaan disebabkan oleh faktor manusia terkait dengan kemampuan serta karakter pengemudi, 9 % karena faktor kendaraan terkait dengan pemenuhan persyaratan teknik laik jalan …
-
Pesan untuk Remaja – Berhentilah merokok
Kebiasaan merokok merupakan salah satu penyebab kesakitan dan kematian dini yang bisa dihindari. Menurut Organisasi Kesehatan Dunia [WHO], secara global kebiasaan merokok menyebabkan kematian sebanyak 8.2 juta per tahun, dimana 7 juta karena kebiasaan merokok aktif dan 1.2 juta karena merokok pasif[i]. Delapan puluh persen [80%] dari 1.3 milyard perokok di dunia berasal dari negara berpendapatan rendah dan menengah [ low and middle income countries]. Jumlah perokok di Indonesia nomer tiga tertinggi di dunia setelah China dan India. Menurut Riset Kesehatan Dasar dari Kementerian Kesehatan RI[ii], terdapat peningkatan bermakna remaja perokok di Indonesia. Prevalensi merokok penduduk umur 10 tahun ke atas dari 28,8% pada tahun 2013 menjadi 29,3% pada tahun…
-
Pesan Untuk Remaja – Hindari NARKOBA
Menurut Badan Narkotika Nasional (BNN), data penyalahgunaan narkoba di Indonesia, berdasarkan hasil survey penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika pada 13 ibu kota provinsi, angka prevalensi penyalahgunaan Narkoba setahun pakai pada kelompok pelajar sebanyak 3,21%, sementara angka prevalensi setahun pakai di kalangan pekerja sebesar 2,1%[i]. Penyalahgunaan NARKOBA di kalangan remaja di Indonesia menunjukkan kenaikan serius tahun tahun terakhir ini, penyalahguna narkotika dan bahan berbahaya [Narkoba] sampai Desember 2019 mencapai 3.6 juta orang, dimana 27 % nya terdiri dari pelajar dan mahasiswa. Terjadi kenaikan penyalahgunaan NARKOBA dari tahun ke tahun. Semua komponen masyarakat harus ikut berperan dalam mencegah penyalahgunaan NARKOBA. Apa peran Remaja dalam pencegahan penyalahgunaan NARKOBA? Jangan sekali sekali mencobanya, sekali…
-
Pesan Untuk Remaja – Hindari Vandalisme
Vandalisme adalah perbuatan yang dilakukan dengan sengaja untuk merusak barang milik orang lain atau milik umum. Coretan coretan dengan cat di tembok tembok dan bangunan merebak di berbagai kota. Merusak keindahan dan estetika serta menggambarkan ketidakdisiplinan generasi muda. Belum lagi kerugian beaya yang diakibatkan untuk membersihkan coretan coretan yang merusak keindahan tersebut. Aparat mestinya berlaku lebih tegas untuk menindak mereka mereka pelaku vandalisme dan memberlakukan denda untuk pelaku dan keluarganya untuk membayar beaya pembersihannya. Untuk para remaja, mari kita cegah dan hindari perbuatan vandalisme yang merugikan kita semua Yasatri
-
Pesan untuk Remaja untuk menghindari penyalahguna narkotika dan bahan berbahaya
“Jangan sekali sekali mencoba menggunakan Narkotika dan Bahan Berbahaya [NARKOBA]. Sekali anda mencoba, akan sulit sekali untuk berhenti dan keluar dari lingkaran setan. Anda sedang menapak jalan menuju kegelapan” Yasatri Badan Narkotika Nasional [BNN] memperkirakan jika penyalahguna narkotika dan bahan berbahaya [Narkoba] sampai Desember 2019 mencapai 3.6 juta orang, dimana 27 % nya terdiri dari pelajar dan mahasiswa[i]. Secara rutin BNN selalu mengupdate data mengenai penyalahgunaan Narkoba di Indonesia, seperti dalam web BNN[ii]. Juga tindakan pencegahan yang telah dilakukan oleh badan tersebut[iii]. Tindakan pencegahan meliputi kegiatan advokasi dan penyebarluasan informasi mengenai penyalahgunaan narkotika dan bahan berbahaya. Sasaran kegiatan penyebarluasan informasi adalah msyarakat umum, pelajar, mahasiswa, dan pekerja. Informasi yang tertuju…







