Pesan Untuk Remaja

Pesan untuk Remaja untuk menghindari penyalahguna narkotika dan bahan berbahaya

“Jangan sekali sekali mencoba menggunakan Narkotika dan Bahan Berbahaya [NARKOBA]. Sekali anda mencoba, akan sulit sekali untuk berhenti dan keluar dari lingkaran setan. Anda sedang menapak jalan menuju kegelapan”

Yasatri

Badan Narkotika Nasional [BNN] memperkirakan jika penyalahguna narkotika dan bahan berbahaya [Narkoba] sampai Desember 2019 mencapai 3.6 juta orang, dimana 27 % nya terdiri dari pelajar dan mahasiswa[i]. Secara rutin BNN selalu mengupdate data mengenai penyalahgunaan Narkoba di Indonesia, seperti dalam web BNN[ii]. Juga tindakan pencegahan yang telah dilakukan oleh badan tersebut[iii]. Tindakan pencegahan meliputi kegiatan advokasi dan penyebarluasan informasi mengenai penyalahgunaan narkotika dan bahan berbahaya.

Sasaran kegiatan penyebarluasan informasi adalah msyarakat umum, pelajar, mahasiswa, dan pekerja. Informasi yang tertuju kepada sasaran target tersebut jelas akan sangat beragam. Namun berdasarkan acara penyuluhan dalam rangka pencegahan penyalahgunaan Narkoba, ada beberapa pertanyaan yang perlu menjadi bahan pertimbangan.

  • Apakah informasi yang diberikan tersebut merupakan jenis informasi yang benar benar diperlukan oleh target sasaran agar tidak melakukan penyalahgunaan narkotika?
  • Apakah lingkup dan jenis informasi yang diberikan bisa diterima dan meningkatkan pengetahuan dan pemahaman populasi sasaran mengenai bagaimana mencegah penyalahgunaan Narkoba?
  • Apakah pengetahuan dan pemahaman mengenai pengaruh buruk Narkoba, bisa mengubah perilaku dan tindakan untuk tidak melakukan penyalahgunaan narkotika?
  • Apakah ada tindak lanjut untuk menilai dan memonitor bahwa penyuluhan dan penyebarluasan informasi bisa mengurangi kejadian penyalahgunaan Narkoba atau mengurangi jumlah penyalahguna Narkoba?

Bagi remaja pelajar dan mahasiswa yang belum pernah menggunakan Narkoba, perlu ditanamkan pemahaman untuk tidak memulai coba coba menggunakan Narkoba. Mungkin sebagian besar remaja ini mulai hanya ingin mencoba coba dulu atas pengaruh kelompok atau teman temannya.
Pertimbangkan pesan berikut untuk mereka yang belum pernah menggunakan.


[i] https://tirto.id/bnn-sebut-pengguna-narkoba-capai-36-juta-orang-emV6

[ii] https://puslitdatin.bnn.go.id/data/

[iii] https://puslitdatin.bnn.go.id/portfolio/data-statistik-kegiatan-pencegahan/

One Comment

  • Leonardus Ivan Taruna Mahardhika

    Izinkan saya menyampaikan pendapat, sebelumnya perkenalkan saya Ivan mahasiswa Psikologi angkatan 2018 Universitas Sanata Dharma.
    Menurut saya ada 2 faktor yang menyebabkan orang mengkonsumsi narkoba. Faktor yang pertama adalah karena coba-coba dan faktor yang kedua adalah menganggap narkoba sebagai solusi dari sebuah permasalahan. Faktor yang pertama biasanya dilakukan oleh remaja SMA hingga mahasiswa. Berawal dari rasa penasaran yang tinggi akan efek yg diberikan oleh narkoba, membuat mereka akhirnya mencobanya. Ketika sudah mencoba, mereka tidak bisa berhenti dan akhirnya menjadi candu. Faktor yang kedua terjadi pada orang dewasa karena merasa memiliki permasalahan yang tidak dapat terselesaikan dalam hidupnya sehingga akhirnya memilih untuk mencoba narkoba. Mereka menganggap narkoba sebagai solusi, padahal narkoba hanya sebagai pelarian mereka dari realita yg mereka jalani. Kedua faktor ini terjadi karena kurangnya edukasi atas betapa berbahayanya efek yang diberikan oleh narkoba bagi tubuh. Oleh karena itu, edukasi sangatlah penting sebagai tindakan preventif konsumsi narkoba. Semoga Yasatri menjadi salah satu pelopor dalam tindakan pencegahan narkoba terutam bagi para remaja, terkhusus di Yogyakarta sebagai kota pelajar. Sekian pendapat yang dapat saya sampaikan, semoga dapat diterima. terimakasih, salam sehat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Open chat
Hallo
Ingin tanya
chat di sini