-
Surat dari Yogya
Penulis: Ki Dr. Budiono Santoso Setradjaja, PhD., SpFKEditor: Leonardus Ivan Taruna Mahardhika Design Cover & Layout: Paulus Yosan Anggara Putra ISBN: Sedang proses Kertas: Bookpaper 57 gsm Ukuran: 14,8 x 21 cm Jumlah hal: xv + 261 hal HARGA: Rp75.000 Surat Dari Yogya menceritakan pengalaman penulis saat menjalani pendidikan program doktor di University of NewCastle upon Tyne [UK], antara kurun waktu 1979 sampai selesai di tahun 1983 dan perjuangan merintis disiplin Farmakologi Klinik di Indonesia dan di dunia global. Buku ini tidak hanya bercerita tentang segi akademik semata tetapi juga liku-liku kehidupan keluarga muda Panji Darmawan dan Lina Yasin dan anak anak mereka yang masih usia bawah lima tahun. Semoga apa…
-
Koleksi Novel Bahasa Jawa dan Bahasa Indonesia
E-BOOK: Lubering Katresnan Lakuning Katresnan Endahe Lintang Kemukus Mendhung Angendanu Lamising Katresnan Kereta Terakhir Perjalananku
-
MamaConga Bercerita II
Penulis: Achdiat Agoes, Arif Faisal, Artomo, Bambang Irawan, Bambang Sardjono, Budiono Santoso, Hari Kusnanto, I.M.Sunarsih, Lidia Indriyati, Lientje Setyawati Kusumaharta Maurits, Mochamad Anwar, Mohammad Hakimi, Munakhir, Placidus Sudibyo, Sitti Noor Zaenab, Slamet Riyadi Yuwono Soeripto, Sri Suryawati, Sukarti Moeljopawiro, Sumarworto Sastramihardjo, Sutarno, Utomo Mulyaputra Editor: Sri Suryawati, Sitti Noor Zaenab, dan Budiono SantosoDesign Cover & Layout: Paulus Yosan Anggara PutraISBN: Sedang ProsesKertas: Bookpaper 57 GramUkuran: 25 x 17.5 cm / DoffJumlah hal: BW xii + 219 hlm HARGA: Rp100.000 Buku MamaConga Bercerita II diterbitkan untuk menampung cerita saat para alumni MamaConga menjalani profesi selama puluhan tahun di berbagai bidang dan lokalitas. Cerita pengalaman nyata saat menjalankan profesi dan opini. Jaman memang…
-
PESAN UNTUK REMAJA: STOP BULLYING
STOP BULLYING Bullying (perundungan) telah menjadi masalah yang semakin meresahkan di Indonesia, menjangkiti berbagai kalangan, mulai dari anak-anak, remaja, hingga mahasiswa. Perilaku ini tidak hanya menyakiti secara fisik, tetapi juga meninggalkan luka mendalam pada mental dan emosional korban. Di lingkungan sekolah dan kampus, banyak anak dan mahasiswa yang menderita dalam diam karena merasa takut atau malu untuk melaporkan kejadian tersebut. Padahal, bullying bisa berdampak serius pada perkembangan psikologis dan sosial mereka, bahkan mengancam masa depan mereka. Oleh karena itu, penting bagi kita semua untuk menolak dan menghentikan segala bentuk bullying. Ingatlah bahwa menghargai perbedaan dan memperlakukan orang lain dengan kebaikan adalah dasar dari kehidupan bermasyarakat yang sehat dan harmonis. Jangan…
-
PESAN UNTUK REMAJA: REFLEKSI HARI MERDEKA
REFLEKSI HARI MERDEKA Indonesia telah merdeka secara politik pada 17 Agustus 1945, apakah kemerdekaan yang sejati masih relevan hingga kini? Kemerdekaan yang sejati tidak hanya berarti bebas dari penjajahan, tetapi juga mencakup aspek ekonomi, politik, hukum, sosial, dan budaya. Tantangan seperti korupsi, kesenjangan sosial, radikalisme, dan intervensi asing masih menghantui perjalanan bangsa kita menuju kemerdekaan yang sesungguhnya. Untuk mencapai tujuan tersebut, diperlukan upaya bersama dalam memperkuat demokrasi, memperbaiki tata kelola pemerintahan, menyejahterakan rakyat, meningkatkan kualitas pendidikan, dan menjaga persatuan. Kemerdekaan adalah sebuah proses yang dinamis, dan kita sebagai warga negara memiliki tanggung jawab untuk terus berjuang dan berkontribusi dalam membangun Indonesia yang lebih adil, sejahtera, dan berdaulat. Kemerdekaan adalah amanah…
-
PESAN UNTUK PELAJAR: TINGKATKAN DISIPLIN WAKTU
Tingkatkan Disiplin waktu Disiplin waktu adalah bentuk ketaatan atau kepatuhan pada aturan terkait waktu, ini merupakan fondasi penting dalam kehidupan. Ketepatan dalam menjalankan jadwal dan komitmen dalam menjalankan kegiatan di sekolah, kantor atau dimanapun mencerminkan keseriusan dan tekat yang tinggi untuk meraih kesuksesan, sehingga bisa berkontribusi pada peningkatan produktivitas dan efisiensi. Sayangnya, di Indonesia, kurangnya disiplin waktu masih menjadi permasalahan yang cukup mencolok. Keterlambatan yang kerap terjadi dalam berbagai aktivitas, mulai dari datang ke sekolah, kantor, rapat, dan lain sebaginya, hal ini tidak hanya menimbulkan ketidaknyamanan bagi orang lain, namun juga berdampak negatif pada kemajuan diri sendiri. Padahal, disiplin waktu adalah kunci untuk membangun kepercayaan, meningkatkan produktivitas, dan pada akhirnya,…
-
PESAN UNTUK REMAJA: TINGKATKAN DISIPLIN ANTRI
Disiplin antri merupakan cerminan dari tata krama dan kesadaran akan hak orang lain dalam suatu masyarakat. Di Indonesia, fenomena kurangnya disiplin antri seringkali menjadi sorotan. Kondisi ini tidak hanya terjadi di sekolah dan tempat-tempat umum. Upaya meningkatkan disiplin antri di Indonesia merupakan tantangan yang kompleks, namun bukan tidak mungkin untuk dicapai. Dengan upaya bersama dari pemerintah, masyarakat, dan berbagai pihak terkait, diharapkan budaya antri yang baik dapat tertanam dalam remaja dan masyarakat Indonesia. Disiplin antri tidak hanya mencerminkan tata krama yang baik, tetapi juga menunjukkan tingkat kesadaran akan kepentingan bersama, untuk bisa saling menghargai satu sama lain. Apa yang bisa dilakukan oleh kita sebagai pelajar, pemuda, dan masyarakat untuk bisa…
-
Pesan Untuk Remaja: AYOK MULAI DARI DIRI SENDIRI TTM (TOLONG, TERIMAKASIH, DAN MAAF)
Tatakrama atau Adat Sopan Santun Tatakrama atau adat sopan santun adalah aspek penting dalam kehidupan sehari-hari yang sering kali diajarkan sejak kecil. Setiap daerah memiliki norma dan adat kesopanannya sendiri, namun ada tiga sopan santun yang bersifat universal dan dapat diterapkan di berbagai konteks. Ketiga sopan santun ini dikenal sebagai “Three Magic Words” atau “Tiga Kata Ajaib” karena meskipun sederhana, mereka memiliki makna yang mendalam. Ketiga kata tersebut adalah “Tolong,” “Terimakasih,” dan “Maaf.” Tolong Kata “tolong” menunjukkan bahwa kita menghargai bantuan orang lain dan menyadari keterbatasan kita. Untuk mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari: Terimakasih Setelah menerima bantuan, sangat penting untuk mengucapkan “terimakasih.” Kata ini adalah bentuk penghargaan atas bantuan yang diberikan…
-
PESAN UNTUK REMAJA: MENGHIDUPKAN KEMBALI 5S DALAM KEHIDUPAN
Menghidupkan Kembali 5S dalam Kehidupan Indonesia dikenal sebagai bangsa yang ramah di mata dunia. Namun, dengan perkembangan zaman, interaksi sosial semakin berkurang, sehingga keramahan kita perlahan terkikis. Individu menjadi semakin individualis, kurang berinteraksi, dan kurang peduli terhadap lingkungan sekitar. Untuk mengatasi hal ini, kita perlu kembali menerapkan budaya 5S: Senyum, Salam, Sapa, Sopan, dan Santun. Mari kita bahas lebih lanjut bagaimana penerapan 5S ini dapat kita lakukan dalam kehidupan sehari-hari. 1. Senyum Senyum adalah gerak tawa tanpa suara yang tercermin pada bibir yang mengembang sedikit. Senyum sering dianggap sebagai ibadah karena dengan tersenyum, kita menyebarkan kebahagiaan dan aura positif kepada orang lain. Mengawali setiap kegiatan dengan senyuman tulus dapat membuat…
-
PESAN UNTUK REMAJA: Etika dan Sopan Santun Pengguna Media Sosial di Indonesia
Etika dan Sopan Santun Pengguna Media Sosial di Indonesia Indonesia menjadi sorotan setelah survei Digital Civility Index (DCI) yang dirilis Microsoft pada Februari 2021 menempatkan Indonesia di peringkat ke-29 dengan nilai DCI 76. Hasil ini menunjukkan tingkat keberadaban (civility) netizen Indonesia sangat rendah dibandingkan Singapura dan Taiwan. Keberadaban ini mencakup perilaku online, termasuk risiko penyebaran hoaks, ujaran kebencian, penipuan, diskriminasi, misogini, cyberbullying, trolling, micraggression, doxing, rekrutmen kegiatan radikal, terorisme, dan pornografi. Di era digital, komunikasi tanpa batas sering kali mengabaikan nilai-nilai budaya yang seharusnya dijunjung tinggi. Masyarakat Indonesia yang dikenal ramah dan sopan sering lupa akan nilai-nilai tersebut saat berselancar di dunia maya. Konten sensitif mengenai politik, suku, agama, dan…
