Uncategorized

Mengenang Saworo Tino Triatmo

Sabtu tanggal 13 Desember 1997, seperti biasanya Moko (Saworo Tino Triatmo) bangun pagi dan berkemas untuk berangkat sekolah di SMU VI Yogyakarta. Dia pamitan sampai tiga kali pada ibunya dan berdoa beberapa saat sebelum menaiki motornya. Moko berangkat meninggalkan rumah, menghilang dari pandangan ibunya, dengan semua impian dan harapannya. Saat itu dia sedang giat mempersiapkan diri untuk ujian akhir sekolah.

Sejak keberangkatan itu, dia tidak pernah lagi kembali lagi seperti sedia kala, hanya beberapa sesaat dalam keadaan tidurnya yang abadi. Dalam perjalanan pulang sore harinya, Moko mengalami kecelakaan yang telah merenggut jiwanya, hanya beberapa ratus meter dari rumah. Dia pergi menghadap Sang Khalik, meninggalkan semuanya, meninggalkan keluarga dan teman-teman, serta meninggalkan semua harapan dan cita-citanya. Meninggalkan kedukaan dan kerinduan yang mendalam. Moko menjadi korban kelalaian, kecerobohan, dan kesewenang-wenangan pengemudi mobil yang tidak bertanggung jawab, yang tidak mengindahkan keselamatan orang lain.

Moko lahir tanggal 13 Juni 1980 di Yogyakarta, anak bungsu dari tiga bersaudara. Anak remaja yang periang, suka bekerja, tekun berdoa, dan belajar. Kepergiannya bukan hanya merupakan tambahan data statistik kecelakaan semata-mata. Dia adalah bagian dari keluarga yang sangat menyayangi, sangat kehilangan, dan mendambakan harapan serta cita-cita untuk masa depannya.

Semoga kehilangan orang yang disayangi, kepedihan, dan kedukaan seperti ini dapat dihindari oleh keluarga-keluarga yang lain. Kehilangan, kerinduan, dan kesedihan ini tidak akan terobati sampai kapanpun, tetapi mungkin dapat dicegah dan dihindari oleh mereka yang belum mengalami.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Open chat
Hallo
Ingin tanya
chat di sini