-
Mengenang Saworo Tino Triatmo
Sabtu tanggal 13 Desember 1997, seperti biasanya Moko (Saworo Tino Triatmo) bangun pagi dan berkemas untuk berangkat sekolah di SMU VI Yogyakarta. Dia pamitan sampai tiga kali pada ibunya dan berdoa beberapa saat sebelum menaiki motornya. Moko berangkat meninggalkan rumah, menghilang dari pandangan ibunya, dengan semua impian dan harapannya. Saat itu dia sedang giat mempersiapkan diri untuk ujian akhir sekolah. Sejak keberangkatan itu, dia tidak pernah lagi kembali lagi seperti sedia kala, hanya beberapa sesaat dalam keadaan tidurnya yang abadi. Dalam perjalanan pulang sore harinya, Moko mengalami kecelakaan yang telah merenggut jiwanya, hanya beberapa ratus meter dari rumah. Dia pergi menghadap Sang Khalik, meninggalkan semuanya, meninggalkan keluarga dan teman-teman, serta…
