PESAN UNTUK REMAJA – MEMBANGUN PERILAKU SOPAN SANTUN DENGAN TTM (TOLONG, TERIMAKASIH, MAAF)

Tatakrama atau adat sopan santun menjadi hal yang penting dalam kehidupan sehari-hari. Biasanya adat kesopanan ini sudah diajarkan kepada kita sejak kecil. Adat kesopanan setiap daerah berbeda-beda sesuai dengan norma yang disepakti bersama di suatu daerah. Akan tetapi, terdapat tiga sopan santun yang bersifat umum dan bisa diterapkan dalam berbagai konteks. Ketiga hal ini seringkali disebut sebagai “Three Magic Words” atau “Tiga Kata Ajaib” karena ketiga kata ini terdengar sangat sederhana namun memiliki arti yang sangat mendalam.
- Tolong
Kita semua adalah makhluk sosial yang membutuhkan kehadiran orang lain dalam hidup kita. Maka, kata ajaib “tolong” menjadi hal yang sangat penting untuk diucapkan karena dapat membantu kita menghargai setiap bantuan dari orang lain. Dengan mengucapkan kata “tolong”, kita menyadari kelemahan dan keterbatasan kita dan kita menyadari bahwa kita membutuhkan bantuan orang lain. Hal in tidak membuat harga diri kita jatuh atau merasa rendah diri, justru kita menghargai bantuan orang lain yang datang dalam diri kita. Mintalah bantuan orang lain dengan baik, sopan, dan tidak memaksa, serta jangan lupa sertakan kata ajaib “tolong”.
- Terimakasih
Setelah menerima bantuan dari orang lain, ucapkanlah kata ajaib “terimakasih”. Kata ajaib “terimakasih” menjadi bentuk penghargaan kita atas bantuan yang diberikan oleh orang lain kepada kita. Kata ini merupakan hal sederhana yang seringkali dilupakan oleh banyak orang. Seringkali orang menganggap bantuan dari orang lain sebagai hal yang sudah biasa. Namun, kita perlu menyadari bahwa sekecil apapun bantuan yang kita terima, tetap saja sangat membantu kita dalam keadaan suit. “Terimakasih” adalah ungkapan apresiasi yang paling mudah untuk bersikap sopan dalam menghargai bantuan orang lain.
- Maaf
Setiap orang pasti pernah berbuat kesalahan. Biasanya ketika seseorang berbuat kesalahan pasti akan dipenuhi perasaan bersalah. Namun, ada juga yang berusaha membenarkan dirinya dengan berbagai alasan untuk pertahanan diri. Tidak ada salahnya untuk menahan ego dan harga diri dengan meminta maaf kepada orang yang bersangkutan. Jadilah pemberani untuk mulai menggunakan kata ajaib “maaf” ketika diperlukan.


