Pesan untuk Remaja – Berhentilah merokok

Kebiasaan merokok merupakan salah satu penyebab kesakitan dan kematian dini yang bisa dihindari. Menurut Organisasi Kesehatan Dunia [WHO], secara global kebiasaan merokok menyebabkan kematian sebanyak 8.2 juta per tahun, dimana 7 juta karena kebiasaan merokok aktif dan 1.2 juta karena merokok pasif[i]. Delapan puluh persen [80%] dari 1.3 milyard perokok di dunia berasal dari negara berpendapatan rendah dan menengah [ low and middle income countries]. Jumlah perokok di Indonesia nomer tiga tertinggi di dunia setelah China dan India.
Menurut Riset Kesehatan Dasar dari Kementerian Kesehatan RI[ii], terdapat peningkatan bermakna remaja perokok di Indonesia. Prevalensi merokok penduduk umur 10 tahun ke atas dari 28,8% pada tahun 2013 menjadi 29,3% pada tahun 2018. Kenaikan kebiasaan merokok justru semakin marak pada kalangan anak dan remaja, dimana prevalensi merokok pada populasi usia 10 – 18 tahun pada tahun 2013 hanya sebanyak 7,2%, naik secara bermakna menjadi sebanyak 9.1 % pada tahun 2018.
Kebiasaan merokok berkaitan langsung dengan penyakit paru obstruktif menahun, kanker paru, penyakit jantung dan stroke dan banyak gangguan kesehatan yang lain. Penyakit karena rokok ini baru muncul berpuluh tahun kemudian terutama pada saat umur dewasa atau lanjut usia. Kebiasaan merokok perlu ditinggalkan.
[i] https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/tobacco
[ii] https://www.kemkes.go.id/article/view/20053100002/peringatan-htts-2020-cegah-anak-dan-remaja-indonesia-dari-bujukan-rokok-dan-penularan-covid-19.html


